Welcome to my blog, hope you enjoy reading :)
RSS
Tampilkan postingan dengan label Recomended. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Recomended. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 April 2010

Peringkat Perusahaan Dunia Versi Green Peace



Pertama Green Peace merilis 'Guide to Greener Electronics' (Panduan untuk elektronik Hijau) pada bulan Agustus 2006. Sebuah panduan peringkat 18 produsen komputer, telepon genggam, TV dan game sesuai dengan kebijakan mereka pada bahan kimia beracun, daur ulang dan perubahan iklim. Terakhir diperbarui: Jan 2010

7.3 ~ Nokia --Tetap berada di tempat pertama dengan nilai baik pada pengurangan bahan kimia beracun, tetapi kehilangan poin pada energi.

6.9 ~ Sony Ericsson -- Bergerak dengan nilai tertinggi pada pengurangan bahan kimia beracun tapi lemah di daur ulang.

5.3 ~ Toshiba -- skor yang baik untuk menghilangkan bahan kimia
beracun tetapi harus memenuhi fase mendatang komitmen pada Maret 2010.

5.3 ~ Philips -- Kehilangan banyak poin karena gagal untuk melobi pada fase dari zat berbahaya dalam undang-undang.

5.1 ~ Apple -- Terus meningkatkan, skor terbaik untuk menghilangkan bahan kimia beracun dan kriteria limbah electronik

5.1 ~ LG Electronics -- Skor meningkat, namun masih di bawah konsep bebas beracun.

5.1 ~ Sony -- Skor keseluruhan dengan total energi yang lebih baik, tapi perlu meningkatkan penggunaan bahan kimia bebas racun.

5.1 ~ Motorola -- Sedikit mengurangi skor, karena kurangnya penggunaan bahan kimia beracun.

5.1 ~ Samsung -- Penurunan yang sangat tajam karena gagal untuk memenuhi komitmen untuk menghapuskan zat berbahaya.

4.9 ~ Panasonic -- Skor tidak berubah, terkuat pada energi tapi miskin di limbah elektronik dan daur ulang.

4.7 ~ HP -- Meningkat karena adanya dukungan dari pengurangan emisi, tetap perlu pengurangan bahan kimia beracun.

4.5 ~ Acer -- Skor tidak berubah tetapi Acer masih perlu mengurangi bahan kimia berbahaya.

3.9 ~ Dell -- Poinnya berkurang karena krteria enegi dan proses pengurangan bahan kimia beracun.

3.5 ~ Fujitsu -- Peningkatan skor karena dukungan untuk pengurangan emisi karbon global dan memotong emisi.

2.5 ~ Lenovo -- Skor tidak berubah, dengan titik terendah untuk keterlambatan waktu yang tidak terbatas pada fase bahan kimia beracun.

2.4 ~ Microsoft -- – Skor berkurang,karena gagal untuk mendukung undang-undang untuk bebas bahan kimia beracun.

1.4 ~ Nintendo -- Nintendo tetap di tempat terakhir dengan skor sama.



Kriteria peringkat mencerminkan tuntutan kampanye teknologi tanpa bahan beracun bagi perusahaan elektronik. tiga tuntutan Green Peace adalah perusahaan-perusahaan harus:

  • Bersihkan produk mereka dengan menghilangkan zat berbahaya.
  • Take back atau mendaur ulang produk mereka bertanggung jawab setelah menjadi usang.
  • Mengurangi dampak iklim dari produk dan operasional usaha mereka.

Pengurangan penggunaan bahan kimia beracun dalam elektronik membuat mereka melakukan daur ulang yang aman pada saat produk dibuang. Perusahaan menandakan 51 untuk tandai kemudian untuk dihitung ke tanda 10 untuk menyederhakannya.

Ikuti link di samping dari setiap perusahaan untuk rincian lengkap dari nilai mereka.
Kriteria lengkap untuk penilaian perusahaan tersedia. Unduh pdf penuh dengan nilai poin. .

Setiap skor didasarkan pada informasi publik pada perusahaan-perusahaan di situs mereka. Perusahaan ternyata tidak mengikuti kebijakan yang mereka publikasikan akan dikurangi ke titik penalti pada versi mendatang dari panduan ini.

Pedoman ini diperbarui setiap beberapa bulan.
Edisi terakhirtelah di keluarkan pada 7 Januari 2010

Untuk keterangan lihat "the Guide to Greener Electronics."

Disclaimer: 'Guide to Greener Electronics' kami bertujuan untuk membersihkan sektor elektronik dan mendapatkan produsen yang bertanggung jawab atas siklus hidup penuh produk mereka, termasuk limbah elektronik yang dihasilkan dari produk mereka. Panduan ini tidak mengkreteriakan perusahaan dengan standar perburuhan, pertambangan, atau masalah lainnya, tetapi mengakui bahwa ini adalah penting dalam produksi dan penggunaan produk-produk elektronik. Untuk lebih lanjut tentang dampak sosial dari industri elektronik kunjungi situs Good Electronics dan Make IT Fair

*Sumber: Green Peace

Jumat, 27 November 2009

Guru yang Baik Adalah Guru yang Tidak Baik !


Ada yang unik di salah satu program studi yang saya ikut mengelola, yaitu mahasiswa-mahasiswa program studi tersebut sering melontarkan komplain atas seorang dosen yang mereka anggap tidak dapat mengajar dengan baik.

Bahkan ada mahasiswa yang mengatakan bahwa indeks prestasinya rendah karena harus mengikuti kuliah sang dosen selama tiga semester.

Namun tidak ada sama sekali mahasiswa yang mengeluhkan sistem pengajaran salah satu kolega sang dosen yang notabene juga tidak mengajar dengan baik. Hal ini diakibatkan karena di akhir semester hampir semua mahasiswa mendapatkan nilai A.

Menurut hemat saya, mahasiswa-mahasiswa tersebut hanya melihat masalah ini dari sisi kepentingan sesaat mereka. Mungkin sangat mengherankan bagi mereka (bahkan bagi para staf pengajar lain) mengapa saya mati-matian mempertahankan agar sang dosen tetap dapat mengajar.

Saya kembali teringat film Mandarin yang berjudul pendekar dewa mabuk yang dibintangi oleh Jackie Chan. Dalam film ini, atas perintah orangtuanya, Jackie digambarkan menjadi seorang murid dari seorang guru silat dewa mabuk yang sangat disegani. Sang murid merasa pelajaran silat tersebut sama sekali tidak menarik dan sang guru benar-benar membosankan, bahkan menjengkelkan. Contohnya, digambarkan bagaimana ia harus menimba air dengan menggunakan sendok sambil melakukan sit-up, sementara ia melihat sang guru “ngorok” sehabis mabuk.

Tak tahan dengan sistem pendidikan ini sang murid melarikan diri. Dalam perjalanannya ia bertemu dengan tokoh penjahat utama. Singkat cerita ia dihajar habis-habisan dan dipermalukan karena terpaksa terbirit-birit dengan hanya menggunakan pakaian dalam. Di sini sang murid baru sadar bahwa ia belum memiliki cukup ilmu untuk menghadapi dunia nyata. Ia merasa harus kembali ke gurunya, meski hal ini bukan merupakan perkara mudah karena sang guru sudah terlanjur kecewa. Film ini berakhir seperti sudah diduga, dengan pengertian sang murid dan kerja keras kedua pihak, ia kemudian dapat mengalahkan tokoh kejahatan terhebat sekalipun.

Apa yang diceritakan oleh Jackie Chan saya kira tidak ada bedanya dengan apa yang terjadi di dalam kelas pada program studi yang saya ceritakan. Sang guru yang mati-matian saya pertahankan adalah satu-satunya peneliti bertaraf internasional yang kami miliki. Tahun ini hanya beliau yang mendapatkan sekaligus dua penghargaan publikasi internasional dari universitas.

Bukannya saya menolak pendapat bahwa guru yang baik adalah guru yang dapat dengan cepat membuat murid paham bagaimana menggunakan persamaan Newton untuk menghitung kecepatan apel yang jatuh dari atas gedung. Namun untuk level universitas, guru yang baik adalah guru yang dapat melaksanakan semua poin tri-dharma perguruan tinggi. Jadi, guru ideal di sini (meski sulit sekali untuk didapatkan) adalah guru yang dapat mengajar dengan baik, yang merupakan peneliti berkelas internasional, dan yang tidak segan-segan untuk turun ke masyarakat.

Guru yang dapat mengajar dengan baik cukup banyak ditemukan di universitas-universitas besar, namun guru yang baik sekaligus peneliti berkelas internasional sangatlah langka. Walaupun demikian, saya melihat ada beberapa staf pengajar yang masih dapat bertahan sebagai peneliti di tingkat internasional. Meski mereka bukanlah guru yang mudah difahami mahasiswa, dalam pandangan saya merekalah pendekar sakti yang diceritakan di atas. Hanya mereka yang dapat menuntun mahasiswa untuk menuju the real research.

Saat ini riset berskala internasional sangat penting untuk mendongkrak posisi universitas-universitas kita yang sudah sangat terpuruk di tingkat Asia saja. Apalagi jika sebuah universitas telah mengikrarkan diri untuk menjadi sebuah reseach university, maka seluruh sivitas akademika harus saling bahu membahu untuk meningkatkan porsi penelitian. Tanpa riset yang sesungguhnya, universitas hanyalah sekolah lanjutan yang berani meng-klaim diri sebagai tempat mengembangkan ilmu. Sementara lulusannya sama dengan pendekar baru yang masih kurang ilmu silatnya untuk menghadapi dunia nyata. Saya sangat khawatir, jika pendekar-pendekar muda ini segera bertemu dengan penjahat yang sangat sakti, yaitu globalisasi.

Ketika kuliah S3 dahulu, saya pernah memiliki seorang dosen yang sulit sekali difahami baik tulisan maupun ucapannya. Boleh dikatakan, saat itu saya merasakan bencana besar! Namun anehnya, beliau memiliki satu grup riset yang sangat besar dan hampir semua mahasiswa di kelas itu ingin menjadi kandidat doktor di bawah bimbingan beliau. Hal ini dapat terjadi karena saat itu beliau merupakan seorang leader dalam komunitas dunia untuk bidang yang ia geluti. Di lain pihak, seorang profesor yang sangat saya sukai kuliahnya, memiliki karakter dan nasib yang hampir bertolak belakang. Bagi saya, dia adalah seorang profesor yang sabar, bijaksana, dan dapat menjelaskan materi kuliah secara gamblang. Meski demikian, hanya beberapa kandidat doktor saja yang memilih dia.

Suatu hari institut kami merayakan ulang tahun salah seorang pendiri institut. Saking sepuhnya, beberapa murid beliau sudah menjadi profesor-profesor senior yang hampir pensiun. Seorang di antara mereka maju ke mimbar dan menceritakan betapa ia sering tertidur dalam perkuliahan sang guru akibat monotonnya kuliah. Namun akhirnya ia menyadari betul bahwa guru yang paling tidak baik mengajarnya adalah guru terbaik baginya, karena ia terpaksa belajar sendiri untuk memahami isi kuliah sang guru. Usaha tersebut merupakan latihan pertama baginya untuk secara mandiri memahami suatu subyek ilmu, suatu hal yang kemudian ia temukan sudah mutlak dalam penelitian program doktor. Jika seorang mahasiswa tidak pernah mampu untuk belajar secara mandiri, maka ia tidak akan pernah mampu melakukan the real research, karena di sana terlalu banyak hal baru yang belum pernah dijamah manusia yang harus ia pelajari sendiri.

Nobody can help you there, or you have to go back to your previous (ugly) teacher!

dikutip dari tulisan
Terry Mart~~~~

Kamis, 19 November 2009

Peringkat Bangsa yang Paling Bahagia di Dunia

huft,,,,

ketemu lagi......

mau share dikit ni, ada hasil survei terbaru yang lumayan menghebohkan baru-baru ini. Siapakah “Bangsa yang Paling Bahagia di Dunia”? Apakah bangsa yang paling makmur? Paling kaya-raya di dunia? Ternyata tidak juga.

Amerika hanya ada di urutan 23. Banyak bangsa-bangsa terkaya, menurut survei ini justru tidak terlalu bahagia. Berdasarkan data yang dikumpulkan Adrian White dari Universitas Leicester, dengan sumber-sumber yang ekstensif (UNESCO, CIA, the New Economics Foundation, WHO, etc), dan mencakup 80.000 responden di seluruh dunia, maka diperoleh hasil, bahwa bangsa paling bahagia di dunia adalah… DENMARK. Dan dari sini juga dihasilkan peringkat global bangsa-bangsa, dari yang paling bahagia sampai yang paling tidak bahagia.

Inilah daftarnya (20 besar, Satisfaction With Life Index) :
1. DENMARK
2. Swiss
3.. Austria
4. Islandia
5. Bahama
6. Finlandia
7. Swedia
8. Bhutan
9. Brunei
10. Canada
11. Irlandia
12. Luxemburg
13. Kosta Rika
14. Malta
15. Belanda
16. Antigua
17. Malaysia
18. Selandia Baru
19. Norwegia
20. Seycheles

Dan yang lainnya :
23. Amerika
26. Australia
35. Jerman
41. Inggris
53. Singapura
64. INDONESIA
76. Thailand
82. China
90.. Jepang
102. Korea Selatan
125. India

Dan 3 negara yang paling merana hidupnya adalah :
176. Kongo
177. Zimbabwe
178. Burundi.

INDONESIA, lumayan, berada di urutan tengah, dan lebih bahagia dibanding saudara-saudaranya sesama manusia di Thailand, China, Jepang, Korea, dan India. Padahal Jepang, Korea Selatan, dan China jelas-jelas jauh lebih kaya dan makmur dibanding kita.

Kebahagiaan disini diukur dari kepuasaan subyektif masyarakatnya pada Tingkat Kesehatan (dan juga akses kesehatan murah), Kekayaan Relatif, dan Akses Ke Pendidikan. Bangsa yang sehat dan ongkos kesehatannya terjangkau, memiliki kekayaan yang cukup, dan tingkat pendidikannya cukup baik katanya akan relatif lebih bahagia.

Tapi faktor yang juga penting disini adalah tingkat Pengharapan, atau Ekspektasi terhadap hidup. Semakin rendah ekspektasi masyarakatnya, makin mudah dia bersyukur dan berbahagia. Sedang makin tinggi ekspektasi seseorang, makin banyak Keinginannya, makin sulit dia merasa puas, dan bahagia.

DAN KENAPA DENMARK PALING BAHAGIA?

Berdasarkan penelitian, orang-orang Denmark sangat bahagia karena mereka selalu merasa hidup mereka cukup. Contentment. Mereka tidak sekaya orang Amerika atau Jepang, tidak punya mobil atau rumah super mewah, tapi mereka bersyukur dengan hidup mereka. Mereka kemana-mana juga lebih suka jalan kaki atau naik sepeda, karena lebih menyenangkan, santai, dan udaranya juga segar. Dan mereka tidak usah pusing soal banyak hal, dari mobil yang mesti bagus, pembayarannya, perawatannya, bensinnya, atau macet di jalan. Naik sepeda memang menyenangkan.

Mereka tentu juga ingin hidup lebih baik, sukses, materi, tapi tidak merasa perlu sampai diperbudak kesuksesan. Sukses itu penting, tapi menikmati hidup, keluarga, dan teman adalah nilai hidup yang utama, dan sukses tidak perlu mengganggu hal itu. Pendidikan disana gratis. Begitu juga dengan biaya kesehatan, dan Jaminan penuh untuk Hari tua. 3 hal yang mungkin terpenting dalam hidup, dan mereka menikmatinya dengan gratis berkat pemerintahan yang baik.

Masyarakat Denmark ternyata juga cenderung punya harapan yang rendah. Mereka berusaha, tapi tidak pernah berharap macam-macam. Ini membuat tiap kesuksesan kecil saja sudah membuat mereka begitu bahagia. Dan bila gagal, mereka lebih gampang menerimanya, dan mereka bisa langsung mulai berusaha lagi. Begitu saja.

Dan bangsa-bangsa lain yang “tidak bahagia”, termasuk banyak negara terkaya di dunia, adalah yang orang-orangnya cenderung tidak pernah puas. Mereka terdikte keinginan dan ambisi-ambisinya. Amerika contohnya punya "american dreams". Masalahnya, dan ironi terbesarnya adalah, kalau anda sampai begitu bernafsunya mengejar kebahagiaan (dan kebahagiaan yang lebih besar), anda justru akan terjebak. Terjebak dalam pertempuran merebut kebahagiaan yang tidak pernah berakhir, dan anda justru tidak akan pernah merasakan kebahagiaan itu. Dan ini terbukti secara saintifik.

Dan itulah bangsa paling bahagia di dunia. Denmark. Sebuah bangsa dengan masyarakat yang:
1. Bersyukur, bersyukur, bersyukur
2. Punya impian dan keinginan yang realistik
3. Tidak membanding-bandingkan dengan orang lain
4. Jaminan dari pemerintah yang cukup


yupz, intinya kita harus bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang.
Jangan pernah mengeluh.....
enjoy ur life and keep move on..... !

permasalhannya bukan karena salah atau benar pilihan kita, tetapi seberapa berani kita menghadapi apa yang menjadi pilihan kita tersebut

Selasa, 17 November 2009

7 keajaiban yang bisa Anda dapatkan setelah menangis dan berair mata.



Siapa bilang menangis tak ada gunanya? Kelamaan menangis memang bisa bikin mata merah dan bengkak. Tapi jangan salah, menangis dan mengeluarkan air mata ternyata bisa jadi obat ajaib yang berguna bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Apa saja?


Dikutip dari Beliefnet, ini dia 7 keajaiban yang bisa Anda dapatkan setelah menangis dan berair mata.

1. Membantu penglihatan

Air mata ternyata membantu penglihatan seseorang, jadi bukan hanya mata itu sendiri. Cairan yang keluar dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata yang bisa membuat penglihatan menjadi kabur.

2. Membunuh bakteri

Tak perlu obat tetes mata, cukup air mata yang berfungsi sebagai antibakteri alami. Di dalam air mata terkandung cairan yang disebut dengan lisozom yang dapat membunuh sekitar 90-95 persen bakteri-bakteri yang tertinggal dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin dan tempat-tempat yang mengandung bakteri, hanya dalam 5 menit.

3. Meningkatkan mood

Seseorang yang menangis bisa menurunkan level depresi karena dengan menangis, mood seseorang akan terangkat kembali. Air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena emosi mengandung 24 persen protein albumin yang berguna dalam meregulasi sistem metabolisme tubuh dibanding air mata yang dihasilkan dari iritasi mata.

4. Mengeluarkan racun

Seorang ahli biokimia, William Frey telah melakukan beberapa studi tentang air mata dan menemukan bahwa air mata yang keluar dari hasil menangis karena emosional ternyata mengandung racun.
Tapi jangan salah, keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahwa ia membawa racun dari dalam tubuh dan mengeluarkannya lewat mata.

5. Mengurangi stres

Bagaimana menangis bisa mengurangi stres ? Air mata ternyata juga mengeluarkan hormon stres yang terdapat dalam tubuh yaitu endorphin leucine-enkaphalin dan prolactin.

Selain menurunkan level stres, air mata juga membantu melawan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh stres seperti tekanan darah tinggi.

6. Membangun komunitas

Selain baik untuk kesehatan fisik, menangis juga bisa membantu seseorang membangun sebuah komunitas. Biasanya seseorang menangis setelah menceritakan masalahnya di depan teman-temannya atau seseorang yang bisa memberikan dukungan, dan hal ini bisa meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan juga bersosialisasi.

7. Melegakan perasaan

Semua orang rasanya merasa demikian. Meskipun Anda didera berbagai macam masalah dan cobaan, namun setelah menangis biasanya akan muncul perasaan lega.

Setelah menangis, sistem limbik, otak dan jantung akan menjadi lancar, dan hal itu membuat seseorang merasa lebih baik dan lega. Keluarkanlah masalah di pikiranmu lewat menangis, jangan dipendam karena Anda bisa menangis meledak-ledak.

Jadi, tidak apa-apa kalau Anda menangis sesekali.

(Tapi tentu saja tidak seperti menagis yang di gambar ya, ~_~ just pic)